Senin, 20 April 2026

Follow us:

infobrand

SilverQueen dan Seni Menjaga Makna di Tengah Perubahan

Penulis: Prof. Agus W. Soehadi, Ph.D., Marketing Professor Universitas Prasetiya Mulya.

SilverQueen dan Seni Menjaga Makna di Tengah Perubahan Prof. Agus W. Soehadi, dalam kesempatan menyampaikan seminar dalam kegiatan INFOBRAND FORUM.

INFOBRAND.ID - Tidak semua pembelian dimulai dari kebutuhan. Sebagian justru lahir dari perasaan yang tidak sepenuhnya bisa dijelaskan. Seseorang mengambil sebatang cokelat—bukan karena lapar, tetapi karena ingin mengatakan sesuatu. Dalam banyak momen seperti itu, SilverQueen hadir dengan tenang. Ia sederhana, tetapi membawa maksud. Ia bukan sekadar produk.

Ia adalah cara.

  • Cara untuk menyampaikan perhatian.
  • Cara untuk menjembatani rasa yang sulit diucapkan.
  • Cara untuk memberi makna pada momen kecil.

Dan justru karena itu, kekuatan SilverQueen tidak terletak pada produknya semata, tetapi pada makna yang terus dijaga di tengah perubahan.

Namun makna tidak pernah benar-benar stabil. Ia bergerak mengikuti cara manusia hidup. Hari ini, ekspresi menjadi lebih cepat. Lebih digital. Lebih instan. Perhatian bisa dikirim tanpa objek fisik. Rasa bisa disampaikan tanpa perantara yang bisa disentuh. Perubahan ini tidak datang sebagai kejutan besar. Ia hadir perlahan—dan sering kali tidak langsung terlihat dalam angka. Namun bagi SilverQueen, perubahan ini menyentuh inti: bukan pada rasa cokelatnya, tetapi pada alasan mengapa cokelat itu dibeli.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Dynamic Marketing Capability: Cara Brand Tetap Hidup

Di sinilah Dynamic Marketing Capability (DMC) menjadi kunci—bukan sebagai konsep teoritis, tetapi sebagai cara brand bertahan dalam realitas yang berubah. Bagi SilverQueen, DMC bukan sesuatu yang terpisah dari strategi. Ia justru hidup di dalam cara brand ini membaca, merespons, dan menyesuaikan makna yang diusungnya.

Kemampuan pertama adalah membaca perubahan (market sensing). SilverQueen perlu menangkap sesuatu yang tidak selalu terlihat di dashboard: bahwa cara orang mengekspresikan perhatian mulai bergeser. Bukan hanya soal frekuensi pembelian, tetapi:

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026
  • Bagaimana generasi baru memberi perhatian
  • Kapan momen gifting terjadi
  • Apakah simbol fisik masih dibutuhkan

Ini adalah sensing pada level makna. Jika ini terlewat, brand bisa tetap terlihat kuat—tetapi perlahan kehilangan relevansi.

Kemampuan kedua adalah menangkap peluang (market seizing). Ketika cara mengekspresikan perasaan berubah, pertanyaannya bukan apakah SilverQueen masih relevan—tetapi bagaimana ia tetap relevan. Ia tidak harus meninggalkan perannya sebagai simbol perhatian.

Tetapi mungkin perlu menemukan bentuk baru:

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026
  • cara hadir yang lebih kontekstual
  • pengalaman gifting yang lebih sesuai dengan kebiasaan baru
  • narasi yang tetap sama, tetapi disampaikan dengan cara berbeda

Seizing di sini bukan tentang mengikuti tren, tetapi menemukan kembali posisi dalam konteks baru.

Kemampuan ketiga adalah menyesuaikan (reconfiguring). Inilah bagian yang paling sulit. Jika SilverQueen terlalu jauh berubah, ia bisa kehilangan makna yang sudah dibangun. Jika tidak berubah, ia berisiko ditinggalkan. Maka yang dibutuhkan adalah penyesuaian yang halus:

  • Memperbarui channel
  • Memperkaya pengalaman
  • Menyegarkan komunikasi

tanpa mengubah esensi sebagai simbol perhatian. Di sinilah keseimbangan diuji: berubah dalam cara, tetap dalam makna.

Ketika Angka Belum Memberi Sinyal

Salah satu tantangan terbesar adalah bahwa DMC bekerja sebelum angka berubah. Penjualan bisa tetap stabil. Brand awareness tetap tinggi. Namun di bawah permukaan, peran brand bisa mulai bergeser. Brand yang tidak memiliki kapabilitas dinamis akan membaca perubahan terlambat—ketika masalah sudah terlihat. Sebaliknya, brand yang memiliki DMC akan membaca arah sebelum perubahan menjadi krisis.

Pada akhirnya, pertanyaannya menjadi lebih dalam dari sekadar performa: Apakah SilverQueen masih menjadi cara orang menyampaikan perhatian? Apakah kita cukup peka membaca perubahan itu? Atau kita hanya menunggu angka memberi sinyal? Karena dalam brand seperti ini, yang dipertaruhkan bukan hanya penjualan—tetapi peran dalam kehidupan manusia.

SilverQueen telah membangun sesuatu yang tidak mudah: ia menjadi bagian dari kebiasaan sosial. Namun makna tidak pernah bisa diwariskan begitu saja. Ia harus terus dijaga—melalui kemampuan membaca, merespons, dan menyesuaikan diri. Itulah esensi Dynamic Marketing Capability. Selama SilverQueen mampu menjaga makna itu—bukan hanya produknya—ia akan tetap hidup. Dan mungkin, di situlah ukuran keberhasilan yang sebenarnya: bukan sekadar bertahan di pasar, tetapi tetap berarti dalam kehidupan.


Tag: -

Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV